📅 Sunday, 25 October 2026
BREAKING NEWS

Orang Minang Makin Melek Investasi, Investor Pasar Modal Sumbar Tembus 581 Ribu, Transaksi Rp19,8 Triliun

Penulis: saribulih • 24 October 2026, 07:31 WIB
👁 2,511 pembaca

PADANG, Berasa.id – Filosofi orang Minangkabau, indak lakang dek paneh, indak lapuak dek hujan, seolah menemukan relevansinya dalam perkembangan ekonomi modern. Masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) kini tidak hanya dikenal piawai berdagang dan merantau, tetapi juga semakin aktif memasuki dunia investasi pasar modal.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah Single Investor Identification (SID) All berdasarkan KTP Sumbar mencapai 581.256 SID hingga September 2026. Jumlah tersebut bertambah 289.834 SID sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini.

Iklan

Kepala Kantor Perwakilan BEI Sumatera Barat, Early Saputra, S.E., M.M., menyampaikan perkembangan tersebut melalui keterangan tertulis, Jumat (23/10/2026).

Pertumbuhan investor juga diikuti peningkatan nilai transaksi. Sepanjang Januari–September 2026, transaksi pasar modal Sumbar mencapai Rp19,8 triliun, naik dari Rp14,1 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Artinya, nilai transaksi meningkat Rp5,7 triliun atau sekitar 40,43 persen secara tahunan.

Dari Tradisi Berdagang Menuju Investasi Modern

Dalam kultur Minangkabau, berdagang dan mengelola modal bukanlah sesuatu yang asing. Tradisi merantau, membangun usaha, serta mengembangkan penghidupan telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Kini, semangat ekonomi tersebut memperoleh ruang baru melalui pasar modal.

Pertumbuhan jumlah SID menunjukkan semakin luasnya partisipasi masyarakat ber-KTP Sumbar dalam ekosistem investasi. Meski demikian, jumlah SID tidak serta-merta menggambarkan jumlah investor yang aktif bertransaksi setiap bulan.

Perkembangan ini sekaligus memperlihatkan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat tidak lagi terbatas pada sektor perdagangan konvensional, tetapi mulai merambah instrumen keuangan modern.

Transaksi Berpotensi Capai Rp24 Triliun

Early mengungkapkan, nilai transaksi pasar modal Sumbar sebenarnya berpotensi lebih tinggi daripada angka yang tercatat saat ini.

Pasalnya, BEI menemukan indikasi anomali pada data transaksi Juni dan Juli 2026 yang masih memerlukan penelusuran lebih lanjut.

Apabila data kedua bulan tersebut telah diverifikasi dan dinormalisasi, Early memperkirakan total transaksi Januari–September 2026 berpotensi berada pada kisaran Rp23 triliun hingga Rp24 triliun.

Namun, angka tersebut masih merupakan estimasi, bukan realisasi resmi.

Early menjelaskan, aktivitas transaksi pasar modal Sumbar saat ini secara umum telah melampaui Rp2 triliun per bulan.

Bahkan, pada periode akhir 2025 hingga Februari 2026, nilai transaksi bulanan sempat mencapai kisaran Rp3 triliun hingga Rp5 triliun.

Mengembangkan Modal, Menjaga Prinsip Kehati-hatian

Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi, nilai-nilai kearifan lokal Minangkabau tetap relevan sebagai pegangan.

Pepatah ukua jo jangko, alua jo patuik mengajarkan pentingnya perhitungan dan pertimbangan sebelum mengambil keputusan. Prinsip tersebut sejalan dengan kebutuhan investor untuk memahami risiko, mengenali produk investasi, serta tidak sekadar mengikuti tren pasar.

Pertumbuhan investor juga menjadi momentum untuk memperluas literasi keuangan, terutama bagi generasi muda, pelaku UMKM, dan masyarakat yang baru mengenal pasar modal.

Sebab, peningkatan jumlah rekening investasi idealnya tidak hanya diikuti besarnya transaksi, tetapi juga pemahaman masyarakat dalam mengelola keuangan secara bijak dan berkelanjutan.

Dengan 581.256 SID dan transaksi mencapai Rp19,8 triliun hingga September 2026, Sumbar menunjukkan perkembangan positif dalam partisipasi pasar modal nasional.

Semangat orang Minang dalam mengembangkan modal kini menemukan jalur baru. Dari tradisi berdagang di pasar hingga berinvestasi di bursa, prinsipnya tetap sama: cermat membaca peluang, bijak mengambil keputusan, dan tidak mengabaikan risiko.(Zetri)