📅 Sunday, 8 November 2026
BREAKING NEWS

CMSE 2026 Angkat Peluang Investasi, Lo Kheng Hong Ajak Investor Manfaatkan Gejolak Pasar Saham

Penulis: Zetri Murni • 05 November 2026, 22:25 WIB
👁 2,507 pembaca
Investor senior Lo Kheng Hong (LKH) menyebut penurunan IHSG saat ini merupakan kesempatan emas untuk memborong saham-saham Indonesia

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menggelar Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2026 pada 5–7 November 2026 di Main Hall BEI, Jakarta.

Mengusung tema “Satu Langkah Investasi, Berjuta Peluang Masa Depan”, kegiatan ini mengajak masyarakat semakin mengenal pasar modal dan memanfaatkan peluang investasi dengan pengetahuan, perencanaan, serta pemahaman terhadap risiko.

Penyelenggaraan CMSE 2026 mendapat dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kegiatan ini juga menjadi bagian dari peringatan 49 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia.

Selain memperluas literasi dan inklusi keuangan, CMSE 2026 mendorong masyarakat berpartisipasi dalam pasar modal sebagai salah satu sumber pembiayaan jangka panjang bagi pembangunan ekonomi nasional.

Lo Kheng Hong: Gejolak Pasar Justru Membuka Peluang

Hari pertama CMSE 2026 dibuka dengan seminar utama bertajuk “Indonesia’s Economic & Investment Outlook” pada Kamis (5/11/2026)

Seminar tersebut menghadirkan investor kawakan Lo Kheng Hong dan Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede. Diskusi dipandu jurnalis sekaligus pembawa berita Vinnilya Huanggrio.

Dalam paparannya, Josua Pardede menjelaskan ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global. Stabilitas konsumsi domestik dan inflasi yang terkendali menjadi modal penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.

Meski demikian, investor perlu mencermati sejumlah faktor eksternal. Di antaranya pergerakan suku bunga global dan fluktuasi harga komoditas yang dapat memengaruhi pasar keuangan.

Sementara itu, Lo Kheng Hong membagikan strategi investasi saham berbasis value investing. Ia menekankan pentingnya memilih perusahaan dengan fundamental kuat, manajemen yang baik, serta valuasi saham yang masih berada di bawah nilai wajarnya (undervalued).

Menurut Lo, gejolak pasar tidak selalu menjadi ancaman bagi investor. Kondisi tersebut justru dapat menghadirkan peluang untuk memperoleh saham perusahaan berkualitas dengan harga lebih menarik.

“Tantangan ekonomi selalu ada, namun peluang emas justru sering hadir saat pasar sedang bergejolak. Kuncinya adalah kesabaran dan riset yang mendalam terhadap emiten yang kita beli,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan tekanan jual investor asing. Menurutnya, kondisi tersebut dapat menjadi kesempatan bagi investor domestik untuk mengakumulasi saham perusahaan dengan fundamental baik.

“Menurut saya, IHSG kita sudah turun dari 9.000 menjadi 5.000, tentu saham menjadi sangat murah,” ujar Lo.

Pandangan tersebut menegaskan pentingnya investor tidak sekadar mengikuti pergerakan harga saham. Pemahaman terhadap kinerja perusahaan, prospek bisnis, dan valuasi menjadi pertimbangan penting sebelum mengambil keputusan investasi.

Pasar Modal dan Potensi Ekonomi Berbasis Kearifan Lokal

Perluasan partisipasi masyarakat dalam pasar modal juga membuka ruang bagi pengembangan potensi ekonomi daerah. Indonesia memiliki kekayaan sumber daya, budaya, dan kreativitas masyarakat yang dapat menjadi fondasi pertumbuhan berbagai sektor usaha.

Sumatera Barat, misalnya, memiliki potensi ekonomi berbasis kearifan lokal yang kuat. Kuliner tradisional, kerajinan, fesyen berbasis budaya Minangkabau, pertanian, serta sektor pariwisata merupakan sejumlah bidang yang dapat dikembangkan menjadi usaha produktif dan berdaya saing.

Potensi tersebut membutuhkan dukungan pembiayaan, inovasi, peningkatan kualitas produk, dan perluasan pasar. Dalam konteks ini, pasar modal dapat menjadi salah satu alternatif sumber pendanaan jangka panjang bagi perusahaan yang telah memenuhi persyaratan untuk menghimpun dana melalui pasar modal.

Kehadiran investor juga berpotensi memperkuat ekosistem dunia usaha, termasuk perusahaan yang mengembangkan produk dan layanan berbasis kekayaan lokal.

Namun, pemanfaatan peluang tersebut tetap membutuhkan tata kelola perusahaan yang baik, transparansi, serta perlindungan investor. Dengan demikian, pertumbuhan pasar modal tidak hanya diukur dari peningkatan jumlah investor, tetapi juga dari kontribusinya terhadap pengembangan ekonomi produktif di berbagai daerah.

CMSE 2026 Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan

Melalui rangkaian seminar, pameran emiten, dan edukasi interaktif, CMSE 2026 menjadi ruang pertemuan antara investor, perusahaan tercatat, pelaku industri, dan regulator.

BEI bersama KPEI dan KSEI berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai mekanisme investasi di pasar modal sekaligus mendorong pertumbuhan jumlah investor aktif secara berkelanjutan.

Masyarakat juga diajak memahami bahwa investasi bukan sekadar mengikuti tren atau mengejar keuntungan dalam waktu singkat. Setiap keputusan investasi perlu didasarkan pada informasi yang memadai, tujuan keuangan yang jelas, serta kemampuan mengelola risiko.

Melalui tema “Satu Langkah Investasi, Berjuta Peluang Masa Depan”, CMSE 2026 menegaskan bahwa pasar modal dapat menjadi salah satu instrumen untuk membangun masa depan keuangan masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dengan literasi yang semakin kuat, potensi ekonomi daerah, termasuk usaha-usaha yang tumbuh dari kearifan lokal, diharapkan memiliki kesempatan lebih luas untuk berkembang dan berkontribusi terhadap perekonomian nasional. (Zetri)