📅 Sunday, 8 November 2026
BREAKING NEWS

CMSE 2026 Pecahkan Rekor, 15.372 Pengunjung Padati Bursa Efek Indonesia

Penulis: saribulih • 08 November 2026, 04:37 WIB
👁 2,503 pembaca
Pengunjung menghadiri Capital Market Summit & Expo CMSE 2026 di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, yang mencatat rekor 15.372 pengunjung langsung.

JAKARTA – Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2026 mencatat rekor baru dengan menarik 15.372 pengunjung secara langsung selama tiga hari penyelenggaraan, 5–7 November 2026.

Jumlah tersebut meningkat 31,59 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 11.682 pengunjung.

Secara keseluruhan, kegiatan edukasi dan pameran pasar modal terbesar ini menjangkau 36.605 pengunjung, termasuk 21.233 peserta secara virtual melalui kanal digital Bursa Efek Indonesia (BEI) dan kegiatan nonton bersama di berbagai Kantor Perwakilan BEI.

BEI bersama Self-Regulatory Organization (SRO), yakni PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), resmi menutup CMSE 2026 pada Sabtu (7/11/2026).

Mengusung tema “Satu Langkah Investasi, Berjuta Peluang Masa Depan”, CMSE 2026 diselenggarakan secara hybrid di Main Hall BEI, Jakarta, serta disiarkan melalui kanal YouTube BEI.

Antusiasme masyarakat juga terlihat dari kehadiran 17 narasumber dan sembilan moderator. Selain itu, terdapat 88 booth yang melibatkan 104 tenant dari berbagai pelaku industri dan pemangku kepentingan pasar modal.

Road to CMSE Jangkau 92 Ribu Peserta

Peningkatan partisipasi masyarakat tidak terlepas dari rangkaian Road to CMSE 2026 yang berlangsung di berbagai daerah sejak Agustus hingga Oktober.

Melalui 100 kegiatan yang melibatkan 115 mitra, program tersebut berhasil menjangkau 92.838 peserta. Kegiatan ini juga mencatatkan 76.236 investor baru di pasar modal Indonesia.

Capaian tersebut memperlihatkan bahwa edukasi pasar modal tidak hanya terpusat di Jakarta, tetapi juga terus diperluas hingga berbagai wilayah Indonesia.

Selama tiga hari penyelenggaraan, CMSE 2026 menghadirkan sejumlah agenda penting. Di antaranya, pemberian penghargaan Galeri Investasi BEI (GI BEI Award) 2026 pada 5 November dan peluncuran Indonesia ESG Bond Index oleh PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) pada 6 November.

Berbagai sesi edukasi juga memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai perencanaan keuangan, instrumen investasi, dan pasar modal syariah.

Pada hari pertama, seminar utama bertajuk “Indonesia’s Economic & Investment Outlook” membahas prospek ekonomi dan peluang investasi ke depan.

Hari kedua diisi dengan talkshow “Financial Freedom Roadmap: Strategi Investasi untuk Setiap Tahap Kehidupan”, sesi “Which Investment Fits You?”, serta diskusi pasar modal syariah bertajuk “Investlife Balance: Profit Halal, Berkah Maksimal”.

Sementara itu, pada hari ketiga, pengunjung mendapatkan edukasi mengenai ETF Emas dan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam industri keuangan.

CMSE 2026 juga menghadirkan sesi inspiratif untuk mendorong partisipasi generasi muda dalam investasi. Rangkaian kegiatan ditutup dengan penampilan RAN dan pengundian hadiah utama bagi pengunjung.

BEI Ajak Masyarakat Investasi Secara Cerdas

Direktur Pengembangan BEI, Iding Pardi, mengatakan CMSE 2026 mengangkat semangat olahraga maraton sebagai gambaran perjalanan investasi.

Menurutnya, maraton bukan sekadar tentang mencapai garis finis. Perjalanan tersebut membutuhkan persiapan, latihan, stamina, serta kemampuan menghadapi berbagai tantangan.

Prinsip yang sama berlaku dalam investasi. Keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kecepatan memperoleh keuntungan, tetapi juga kemampuan memahami risiko, terus belajar, menjaga disiplin, dan konsisten menjalankan tujuan keuangan.

“Begitu pula dengan investasi. Keberhasilan tidak semata-mata ditentukan oleh seberapa cepat seseorang memperoleh keuntungan, tetapi juga oleh kemampuannya untuk terus belajar, menjaga disiplin, memahami risiko, dan konsisten menjalankan tujuan keuangan,” ujar Iding dalam sambutan penutupan CMSE 2026.

Ia menegaskan, pertumbuhan jumlah investor harus diikuti peningkatan kualitas pemahaman masyarakat terhadap karakteristik dan risiko setiap instrumen investasi.

Untuk itu, BEI terus memperluas edukasi dan inklusi pasar modal melalui berbagai program. Di antaranya Sekolah Pasar Modal, pengembangan Galeri Investasi BEI, program Duta Pasar Modal, serta pengenalan beragam instrumen investasi seperti saham, reksa dana, Exchange Traded Fund (ETF), obligasi, dan sukuk.

Berbagai inisiatif tersebut diarahkan untuk meningkatkan literasi keuangan sekaligus memperluas partisipasi masyarakat sebagai investor di pasar modal Indonesia.

Iding berharap CMSE 2026 menjadi momentum bagi masyarakat untuk berani mengambil langkah pertama dalam berinvestasi. Ia juga mengajak calon investor terus meningkatkan pengetahuan agar mampu mengambil keputusan investasi secara bijak dan bertanggung jawab.

Menurutnya, setiap orang memiliki titik awal dan tujuan keuangan yang berbeda. Namun, seluruh masyarakat mempunyai kesempatan untuk menjadi bagian dari perkembangan pasar modal Indonesia.

“Penutupan CMSE 2026 bukanlah akhir, melainkan awal dari langkah berikutnya untuk bersama-sama membangun pasar modal Indonesia yang semakin inklusif dan berkelanjutan,” katanya.

Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan terus berkolaborasi membuka peluang lebih luas bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam pasar modal.

“Mari jadikan semangat CMSE 2026 sebagai energi untuk terus bergerak dan berkolaborasi dalam membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat untuk berpartisipasi di pasar modal,” tutup Iding. (Zetri)