JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menggelar Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2026 pada 5–7 November 2026 di Main Hall BEI, Jakarta.
Kegiatan ini membuka peluang lebih luas bagi masyarakat, termasuk calon investor dari Sumatera Barat, untuk mengenal pasar modal dan memahami investasi secara lebih terarah.
Mengusung tema “Satu Langkah Investasi, Berjuta Peluang Masa Depan”, CMSE 2026 menghadirkan berbagai kegiatan edukasi, seminar, talk show, serta pameran produk dan layanan pasar modal. Melalui kegiatan ini, BEI mendorong masyarakat agar tidak sekadar tertarik berinvestasi, tetapi juga memahami instrumen, tujuan keuangan, dan risiko investasi.
Bagi masyarakat Sumatera Barat, penguatan literasi pasar modal menjadi peluang untuk memperluas pilihan pengelolaan keuangan dan mengenal sumber pembiayaan jangka panjang. Edukasi investasi juga penting agar masyarakat daerah dapat berpartisipasi dalam perkembangan pasar modal nasional berdasarkan pengetahuan dan kemampuan masing-masing.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, pertumbuhan jumlah investor harus diiringi peningkatan pemahaman masyarakat terhadap berbagai instrumen investasi, tujuan keuangan, serta risiko yang menyertainya.
Menurutnya, investasi membutuhkan persiapan, perencanaan matang, dan konsistensi. Ia mengibaratkan perjalanan investasi seperti lari maraton yang tidak hanya mengandalkan kecepatan memulai, tetapi juga kemampuan menjaga ritme hingga mencapai tujuan.
“Seperti marathon, investasi bukan sekadar tentang seberapa cepat kita memulai atau seberapa jauh kita ingin melangkah, tetapi juga tentang bagaimana kita mempersiapkan diri, menjaga ritme, dan tetap konsisten untuk mencapai tujuan,” kata Jeffrey saat membuka CMSE 2026, Kamis (5/11/2026).
Ia menambahkan, setiap orang memiliki titik awal, kemampuan, dan tujuan keuangan yang berbeda. Karena itu, masyarakat perlu memilih instrumen investasi sesuai kebutuhan dan profil risiko masing-masing.
Pesan tersebut sejalan dengan kampanye #AkuInvestorSaham yang diluncurkan BEI pada 10 Agustus 2023. Kampanye ini mengajak masyarakat dari berbagai latar belakang untuk mengenal pasar modal dan berinvestasi secara inklusif sesuai kebutuhan serta kemampuan.
Investor Pasar Modal Tembus 32,7 Juta SID
Penyelenggaraan CMSE 2026 berlangsung di tengah pertumbuhan investor pasar modal Indonesia. Berdasarkan data per 15 Oktober 2026, jumlah investor pasar modal mencapai 32.723.392 Single Investor Identification (SID). Dari jumlah tersebut, sebanyak 10.301.974 SID merupakan investor saham.
Pertumbuhan ini menunjukkan semakin luasnya partisipasi masyarakat dalam pasar modal. Namun, peningkatan jumlah investor perlu diimbangi edukasi berkelanjutan agar masyarakat memahami karakteristik produk, potensi keuntungan, risiko, serta pentingnya mengambil keputusan investasi secara bijak.
Upaya memperluas pemahaman tersebut juga dilakukan melalui rangkaian Road to CMSE 2026 yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan pasar modal.
Hadirkan 88 Booth dan Lebih dari 100 Tenant
CMSE 2026 menghadirkan 88 booth dengan lebih dari 100 tenant booth. Peserta pameran berasal dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Self-Regulatory Organization (SRO), anggota bursa, manajer investasi, agen penjual efek reksa dana, perusahaan tercatat, hingga mitra industri pasar modal lainnya.
Turut berpartisipasi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, perusahaan binaan IDX Incubator, serta berbagai asosiasi pasar modal.
Melalui pameran tersebut, pengunjung dapat memperoleh informasi langsung mengenai ekosistem pasar modal Indonesia, termasuk berbagai produk dan layanan investasi yang tersedia.
Tiga Hari Edukasi Investasi dan Peluang Pasar Modal
Selama tiga hari pelaksanaan, CMSE 2026 menghadirkan agenda edukasi dengan topik yang beragam.
Pada Kamis (5/11), kegiatan diawali dengan Opening Ceremony, Galeri Investasi BEI Award 2026, serta seminar utama bertajuk “Indonesia’s Economic & Investment Outlook”.
Selanjutnya, Jumat (6/11), agenda mencakup peluncuran Indonesia ESG Bond Index oleh PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI). Pengunjung juga dapat mengikuti edukasi mengenai perencanaan keuangan, pilihan instrumen investasi, dan pasar modal syariah.
Sementara itu, pada Sabtu (7/11), BEI menghadirkan edukasi Exchange-Traded Fund (ETF) Emas, pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam dunia keuangan, serta sesi inspiratif bersama figur publik dan atlet.
CMSE 2026 diselenggarakan oleh BEI bersama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dengan dukungan OJK.
Melalui kegiatan ini, BEI berharap semakin banyak masyarakat, termasuk dari Sumatera Barat, mengenal pasar modal dan memiliki pemahaman yang memadai sebelum mengambil keputusan investasi.
Dengan pengetahuan, perencanaan, dan konsistensi, investasi diharapkan tidak hanya menjadi pilihan untuk mempersiapkan masa depan individu, tetapi juga mendorong partisipasi masyarakat dalam pertumbuhan ekonomi nasional. (Zetri)