๐Ÿ“… Sunday, 8 November 2026
BREAKING NEWS

CMSE 2026: Pakar Keuangan Ungkap Strategi Investasi Tepat untuk Raih Kebebasan Finansial

Penulis: Zetri Murni โ€ข 06 November 2026, 11:10 WIB
๐Ÿ‘ 2,507 pembaca
Perhelatan Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2026 memasuki hari kedua

JAKARTA โ€“ Perencanaan keuangan dan strategi investasi yang tepat menjadi kunci untuk mencapai kebebasan finansial. Namun, setiap orang membutuhkan strategi berbeda sesuai usia, kondisi ekonomi, tujuan hidup, dan profil risiko investasi.

Pesan tersebut mengemuka dalam talkshow bertajuk Financial Freedom Roadmap: Strategi Investasi untuk Setiap Tahap Kehidupan pada hari kedua Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2026, Jumat (6/11/2026).

Diskusi yang berlangsung pukul 09.45โ€“11.00 WIB ini menghadirkan Financial Educator & Consultant Aliyah Natasya serta Investor dan Praktisi Komunikasi Kebijakan Publik dan Keuangan Irsyad Al Ghifari. Talkshow dipandu Digital Creator Maulidya Khairani Rancul.

Keduanya membahas langkah membangun kemandirian finansial melalui pengelolaan keuangan yang disiplin, pemilihan instrumen investasi, serta pemahaman terhadap risiko dan dinamika ekonomi.

Strategi Investasi Harus Menyesuaikan Usia

Dalam pemaparannya, Aliyah Natasya menegaskan bahwa perencanaan keuangan tidak bisa menggunakan pendekatan yang sama untuk setiap orang (one size fits all).

Strategi pengelolaan aset harus menyesuaikan tahapan kehidupan. Kebutuhan investasi seseorang pada usia produktif tentu berbeda dengan mereka yang mulai memasuki usia matang atau mendekati masa pensiun.

Pada usia muda, investor umumnya memiliki ruang lebih panjang untuk mengembangkan aset dengan orientasi pertumbuhan (growth). Sementara itu, ketika memasuki usia matang, perhatian perlu lebih diarahkan pada perlindungan nilai aset dan stabilitas keuangan.

“Kunci utama financial freedom terletak pada kedisiplinan mengelola arus kas (cash flow) dan ketepatan memilih instrumen investasi. Di usia muda, fokus utama ada pada pertumbuhan aset, sementara memasuki usia matang, prioritas bergeser ke proteksi nilai dan stabilitas,” papar Aliyah.

Menurutnya, kemampuan mengatur pemasukan dan pengeluaran menjadi fondasi sebelum seseorang menentukan pilihan investasi. Dengan pengelolaan keuangan yang terukur, investasi dapat menjadi bagian dari perencanaan jangka panjang, bukan sekadar mengikuti tren.

Investor Perlu Memahami Fundamental dan Risiko

Sementara itu, Irsyad Al Ghifari menyoroti pentingnya memahami kebijakan publik dan kondisi makroekonomi sebelum mengambil keputusan investasi.

Perubahan kebijakan ekonomi, kondisi pasar, dan perkembangan ekonomi nasional dapat memengaruhi pergerakan instrumen investasi. Karena itu, investor perlu membekali diri dengan informasi yang kredibel dan pemahaman fundamental.

Ia mengingatkan investor pemula agar tidak mudah terjebak fenomena fear of missing out (FOMO), yakni ketakutan tertinggal peluang investasi yang sedang populer.

Keputusan investasi yang hanya didorong tren tanpa memahami karakteristik dan risiko instrumen berpotensi menimbulkan kerugian.

“Strategi investasi yang berkesinambungan membutuhkan kombinasi antara pemahaman risiko, edukasi pasar modal yang valid, serta navigasi portofolio yang adaptif terhadap dinamika ekonomi nasional,” tegas Irsyad.

Ia menekankan bahwa investor perlu membangun kebiasaan belajar, mengenali profil risiko, dan mengevaluasi portofolio secara berkala agar keputusan investasi tetap sesuai dengan tujuan keuangan.

Edukasi Pasar Modal untuk Semua Generasi

Talkshow ini menjadi bagian dari upaya memperluas literasi keuangan dan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap investasi di pasar modal Indonesia.

Antusiasme peserta, terutama investor ritel dan generasi muda, menunjukkan besarnya kebutuhan terhadap edukasi investasi yang praktis dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Pesan penting dari diskusi tersebut adalah bahwa kebebasan finansial tidak dapat dicapai secara instan. Dibutuhkan kedisiplinan, perencanaan yang matang, pemahaman risiko, serta konsistensi dalam membangun aset.

Semangat perencanaan keuangan ini juga relevan dengan kearifan lokal masyarakat Indonesia, termasuk budaya hidup hemat, mengutamakan kebutuhan, dan membangun kesejahteraan secara bertahap.

Nilai kehati-hatian dalam mengelola harta dan kebiasaan menyiapkan masa depan dapat menjadi fondasi bagi masyarakat untuk mengenal investasi secara lebih bijak.

Melalui CMSE 2026, edukasi pasar modal diharapkan semakin dekat dengan kehidupan masyarakat. Dengan demikian, investasi tidak hanya menjadi pilihan kalangan tertentu, tetapi juga dapat dipahami sebagai salah satu instrumen untuk membangun ketahanan ekonomi keluarga dan kesejahteraan jangka panjang. (Zetri)